Macam-Macam Sedekah Yang Harus Diketahui

Macam-Macam Sedekah Yang Harus Diketahui - "Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah (sedekah) adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji, Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui". (Al-Qur'an Surat Al-Baqarah Ayat 261).

Sahabat baismi, tanpa kita sadari di setiap rezeki yang kita miliki sebenarnya terdapat hak orang lain yang Allah titipkan kepada kita, maka kita bisa mengeluarkannya dengan cara bersedekah bahkan sedekah juga merupakan salah satu cara kita bersyukur atas segala nikmat yang Allah berikan di dunia.
Macam-Macam Sedekah Yang Harus Diketahui
Image: surabayaonline.co
Baca juga:

Sahabat baismi, sudah tahukah kamu macam-macam sedekah yang utama? Berikut pemaparan dan penjelasannya.

Sedekah Sirriyyah

Sedekah Sirriyyah adalah sedekah yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Sedekah ini sangat utama karena lebih mendekati ikhlas dan selamat dari sifat ria. Allah SWT. berfirman yang artinya:

"Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali, dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu". (Al-Qur'an Surat Al-Baqarah Ayat 271).

Dalam hal ini perlu diketahui bahwa yang utama untuk disembunyikan adalah sedekah kepada fakir miskin. Di antara hikmah menyembunyikan sedekah kepada fakir miskin adalah untuk menutupi aib saudara kita yang miskin tersebut sehingga tidak tampak di kalangan manusia serta tidak diketahui kekurangan dirinya.

Hal ini juga merupakan nilai tambah tersendiri dalam berbuat ihsan kepada fakir miskin. Oleh karena itu, Rasulullah SAW. memuji sedekah Sirriyyah, memuji pelakunya, dan memberitahukan bahwa dia termasuk tujuh golongan yang dinaungi Allah SWT. nanti pada hari kiamat.

Sedekah dalam Kondisi Sehat

Bersedekah dalam kondisi sehat lebih utama daripada wasiat ketika sudah menjelang ajal atau ketika sudah sakit parah dan sulit diharapkan kesembuhannya. Abu Hurairah meriwayatkan bahwa ada seorang laki-laki yang datang kepada Rasulullah SAW. dan bertanya, "Wahai Rasulullah, sedekah apa yang paling utama?", Rasulullah SAW. menjawab:

"Engkau bersedekah dalam kondisi sehat dan berat mengeluarkannya, dalam kondisi kamu khawatir miskin dan mengharap kaya. Maka janganlah kamu tunda, sehingga ruh sampai di tenggorokan, ketika itu kamu mengatakan, ""Untuk fulan sekian, untuk fulan sekian, dan untuk fulan sekian". Padahal telah menjadi milik si fulan". (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim).

Sedekah Setelah Kebutuhan Wajib Terpenuhi

Dalam hal ini, Rasulullah SAW. bersabda:

"Sedekah yang terbaik adalah yang dikeluarkan selebih keperluan, dan mulailah dari orang yang kamu tanggung". (Hadits Riwayat Bukhari).

Tidak hanya memperhatikan kebutuhan wajib harus terpenuhi, sedekah dengan kemampuan maksimal juga harus diperhatikan. Imam Al-Baghawi dalam Syar Husnah berkata hendaknya seorang memilih untuk bersedekah dengan kelebihan hartanya dan menyisakan secukupnya untuk dirinya karena khawatir terhadap fitnah fakir atau kemiskinan sebab boleh jadi dia akan menyesal atas apa yang dia lakukan dengan berinfak seluruh atau melebihi separuh harta sehingga merusak pahala.

Karena bersedekah dalam kondisi keluarga sangat kekurangan atau dalam keadaan menanggung banyak hutang bukanlah sesuatu yang dikehendaki dari sedekah itu, sesungguhnya membayar hutang dan memberi nafkah keluarga atau diri sendiri adalah lebih utama kecuali jika memang dirinya sanggup untuk bersabar dan membiarkan dirinya mengalah meskipun sebenarnya membutuhkan. Sebagaimana yang dilakukan Abu Bakar dan Ikhtisar atau mendahulukan orang lain, yang dilakukan kaum anshar terhadap kaum muhajirin.

Menafkahi Anak dan Istri

Sahabat baismi, tahukah kamu bahwa menafkahi anak dan istri lebih besar pahalanya. Rasulullah SAW. bersabda yang artinya:

"Ada dinar yang kamu infakkan di jalan Allah, dinar yang kamu infakkan untuk memerdekakan budak dan dinar yang kamu sedekahkan kepada orang miskin. Namun dinar yang kamu keluarkan untuk keluargamu (anak-istri) lebih besar pahalanya". (Hadits Riwayat Muslim).

Bersedekah kepada Kerabat dan Tetangga

Dalam Al-Qur'an disebutkan adanya perintah berbuat baik kepada tetangga baik yang dekat maupun yang jauh. Rasulullah SAW. juga bersabda kepada Abu Dzar:

"Wahai Abu Dzar! Jika kamu memasak sop, maka perbanyaklah kuahnya, lalu bagilah sebagiannya kepada tetanggamu". (Hadits Riwayat Muslim).

Sedekah Jariyah

Sedekah Jariyah merupakan sedekah yang pahalanya terus mengalir meskipun ia sudah meninggal seperti dalam hadits, Rasulullah SAW. bersabda:

"Apabila cucu Adam meninggal, maka terputuslah seluruh amalnya kecuali tiga; sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan atau anak sholeh yang mendo'akan (orang tua)nya". (Hadits Riwayat Muslim).

Dan yang termasuk sedekah jariyah adalah wakaf, pembangunan masjid, madrasah, pengadaan sarana air bersih, menggali sumur, menanam pohon agar buahnya dapat dimanfaatkan bagi banyak orang, serta proyek-proyek kebaikan lainnya yang dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.

Sahabat baismi, demikianlah penjelasan mengenai macam-macam sedekah yang utama. Namun yang perlu kita ingat, Rasulullah SAW. menegaskan bahwa sedekah bukan hanya berupa harta sehingga orang-orang miskin pun bisa melakukannya.

Baca juga:

Rasulullah juga menyebutkan bahwa bentuk sedekah yang lainnya adalah dengan bacaan tasbih yaitu zikir Subhanallah, bacaan takbir yaitu zikir Allahu Akbar, bacaan tahmid yaitu zikir Alhamdulillah, dan bacaan tahlil yaitu zikir Laailaahaillallah, begitu juga dengan mengajak orang lain yang lalai untuk melakukan ketaatan dan melarang orang lain dari perbuatan yang mungkar, perbuatan ini semua termasuk sedekah yang mampu dilakukan oleh orang miskin serta bisa dilakukan setiap saat.

Semoga tulisan ini dapat membuka hati kita untuk selalu bersedekah, karena bersedekah itu banyak cara yang bisa kita lakukan seperti yang sudah dijelaskan di atas, dan semoga tulisan ini bermanfaat dan menambah wawasan kita. Aamiin.

Advertisement