Cara Titip Salam Dalam Pandangan Islam

Cara Titip Salam Dalam Pandangan Islam - Sekarang ini banyak dijumpai kaum muslimin yang banyak disibukan dalam berbagai hal kehidupannya sehingga dia jarang bertemu dengan kerabat, sahabat, atau orang lain yang dikenalnya hingga ketika ia mendapati ada seseorang yang hendak bertemu orang yang ia kenal, maka ia langsung menitipkan salam melalui orang tersebut.
Cara Titip Salam Dalam Pandangan Islam
Image: smartwithislambdg.com
Baca juga:

Ia berpesan tolong titip salamnya untuk sipulan ataupun "Pak, kalau nanti bertemu dengan sipulan, sampaikan salamku untuknya ya?", atau lain sebagainya.

Sahabat baismi, apakah perilaku titip salam seperti itu telah dikenal di masa Rasulullah SAW. dan bagaimana cara islam dalam memandang titip salam yang baik? Berikut penjelasannya.

Titip Salam Dalam Islam

Salam dalam islam hanyalah dengan mengucap kata Assalamu'alaikum yaitu sebuah sapaan yang di dalamnya terdapat do'a keselamatan. Assalamu'alaikum juga mempunyai arti semoga kamu terselamatkan dari segala duka, kesulitan, dan nestapa.

Kejadian titip salam seperti yang telah disebutkan pernah dilakukan di zaman Nabi SAW. diantaranya ialah saat malaikat Jibril titip salam melalui Nabi SAW. untuk Aisyah Radhiyallahu 'anha karena Jibril tidak melihat Aisyah.

Ini menunjukan bagaimana penghormatan yang diberikan oleh Jibril kepada Aisyah. Lalu Aisyah menceritakan yang artinya Rasulullah SAW. mengatakan:

"wahai Aisyah, ini Jibril, Beliau menyampaikan salam untukmu". Aku jawab, "Wa 'Alaihis Salam Wa Rahmatullah", Nabi SAW. melihat apa yang tidak saya lihat". (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim).

Hal ini juga pernah dilakukan oleh Ibnu Abbas saat beliau diundang untuk mendatangi walimah, namun ia tidak bisa hadir karena tengah menangani masalah pengairan, beliau hanya berpesan kepada orang lain yang artinya:

"Datangi undangan saudara kalian, dan sampaikan salamku untuknya, sampaikan juga, saya sedang sibuk". (Hadits Riwayat Abdurazaq dalam Al-Mushannaf / Baihaqi dalam Al-Kubro).

Demikian pula yang dilakukan oleh Khalid bin Walid Radhiyallahu 'anhu, beliau pernah mengutus Ibnu Wabarah Al-Kalbi untuk menemui Umar di Madinah, dia pun menemuinya dan ketika itu ada Usman Abdurrahman bin Auf, Ali Thalhah dan Zubair bin Awwam. Mereka sedang bersandar di mesjid lalu Abu Wabarah mengatakan yang artinya:

"Khalid bin Walid menyuruhku untuk menemui anda dan Beliau menyampaikan salam kepada anda". (Hadits Riwayat Ad-Daruquthni).

Cukup Ucapkan "Titip Salam"

Sahabat baismi, dari beberapa riwayat menunjukan bahwa orang yang hendak menitip salam baginya cukup dengan mengucapkan kata titip salam. Ini berarti dia tidak harus mengucapkan kata Assalamu'alaikum karena kalimat semacam ini tidak dijumpai dari mereka yang titip salam, baik yang pernah dilakukan Jibril 'Alaihis Salam, Nabi SAW. Ibnu Abbas, dan Khalid bin Walid Radhiyallahu 'anhu.

Cara Menjawab Salam

Dari beberapa hadits, ada dua cara membalas titipan salam dari orang lain yaitu, pertama berikan balasan untuk orang yang menyampaikan dan menitipkan salam dengan cara ucapkan Wa 'Alaika Wa 'Alaihis Salam untukmu dan untuknya balasan salam.

Kemudian bisa juga hanya memberikan balasan salam bagi yang menitipkan salam, sebagaimana yang pernah dilakukan oleh Aisyah ketika mendapat salam dari malaikat Jibril, beliau hanya menjawab untuknya Wa 'Alaihis Salam Warahmatullah.

Sahabat baismi, menitip salam kepada seseorang cukuplah dengan mengatakan titip salam dan bagi orang yang menerima salam, baik itu titipan, surat, sms, atau yang lain sebagainya, maka ia wajib menjawabnya dengan mengucapkan secara lisan Wa 'Alaikumus Salam, karena sesungguhnya membalas salam ialah kemuliaan dari Allah SWT. dan para malaikat-Nya.

Baca juga:

Sahabat baismi, itulah penjelsan tentang cara titip salam dalam pandangan islam. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua dan diberkahi oleh Allah SWT. bagi yang memberi dan menjawab salam. Amin.

Advertisement