Benarkah Mengobrol Dengan Istri Akan Mendapat Pahala?

Benarkah Mengobrol Dengan Istri Akan Mendapat Pahala? - Mengobrol merupakan salah satu cara kita dalam berkomunikasi sesama manusia karena dengan begitu akan mempermudah urusan kita dalam melakukan hal apapun baik dalam pekerjaan maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Namun tahukah kamu bahwa Rasulullah Saw. membenci orang-orang yang mengobrol setelah selesainya sholat isya dan tidur sebelum sholat isya dan mengenai hal ini terdapat dalam hadits Abu Barzah Radhiyallahu 'Anhu, beliau mengatakan yang artinya:

"Rasulullah Saw. membeci tidur sbelum sholat isya dan ngobrol setelah isya". (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim).
Benarkah Mengobrol Dengan Istri Akan Mendapat Pahala?
Image: islam-inspirasiku.blogspot.com
Baca juga:

Dalam hadits ini, Rasulullah Saw. menjelaskan kenapa Beliau membenci tidur sebelum sholat isya karena hal tersebut dapat melalaikan pelakunya hingga dia keluar dari waktu sholat. Selain itu, Beliau juga membenci orang-orang yang mengobrol setelah sholat yang tidak ada manfaatnya dan hal ini sama juga disampaikan oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar, beliau mengatakan yang artinya:

"Bergadang setelah isya bisa menyebabkan ketiduran sehingga tidak sholat subuh, atau kesiangan ketika sholat subuh, atau tidak melakukan sholat malam, bahkan Umar bin Khatab memukul orang-orang yang bergadang (ngobrol), sambil mngatakan 'Apakah mereka bergadang di awal malam dan tidur di akhir malam?'". (Fathul Bari, 2/73).

Dalam hal ini Al-Hafizh Ibnu Hajar menjelaskan bahwa larangan mengobrol setelah sholat isya apa lagi pembicaraan yang tidak ada manfaat dan kebaikannya. Adapun obrolan yang bermanfaat tidak termasuk ke dalam larangan ini karena sebagaimana yang telah diterangkan dalam sebuah riwayat bahwa Nabi Saw. bersama Abu Bakar pernah bercakap-cakap hingga larut malam karena urusan kaum muslimin.

Selain itu ada beberapa hal baik yang bisa dilakukan setelah kita melakukan sholat isya diantaranya kegiatan yang hukumnya dianjurkan atau yang sifatnya ibadah seperti belajar masalah agama, membaca cerita orang sholeh, berzikir, dan lainnya. Mengenai hal ini, an-Nawawi melanjutkan keteranganya yang artinya:

"Adapun obrolan dalam kebaikan seperti belajar, membaca sirah orang sholeh, melakukan akhlak mulia, melayani tamu, hukumnya tidak makruh, bahkan anjuran". (Al-Adzkar, Hal. 372).

Sahabat baismi, diatas sudah dijelaskan mengenai waktu mengobrol yang tidak dianjurkan oleh Rasulullah Saw. lalu bangaimana dengan mengobrol dengan istri?

Mengobrol dengan istri ialah kegiatan yang dilakukan oleh suami kepada istrinya setiap hari. Mengobrol menjadi salah satu cara yang dapat menyelesaikan masalah dalam rumah tangga tetapi banyak kejadian sekarang suami jarang membicarakan hal-hal penting kepada istrinya.

Mereka menganggap bahwa istri tidak perlu tahu tentang urusan yang dilakukan mereka di luar rumah padahal sejatinya berbicara kepada istri merupakan suatu ibadah. Dalam hal ini para ulama mengatakan bahwa kegiatan mengobrol dengan istri dan keluarga harus dilakukan karena statusnya sama dengan belajar ilmu agama atau melayani tamu yang datang. Oleh karena itu, para ulama mamasukkan mengobrol dengan istri dan keluarga termasuk kegiatan yang boleh dilakukan setelah sholat isya.

Mengenai bab ini, Imam Bukhari juga menyebutkan kegiatan yang boleh dilakukan yang hukumnya sama dengan belajar ilmu agama di malam hari yang artinya:

"Bab bolehnya bergadang dalam rangka melayani tamu dan ngobrol bersama istri". (Shahih Bukhari, Bab No. 41).

Dalam bab ini dijelaskan bahwa kegiatan yang boleh dilakukan pada malam hari adalah melayani tamu dan mengobrol dengan istri dan hal ini pernah terjadi pada zaman Nabi Saw. Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu 'Anhu beliau menceritakan pengalamannya dengan Nabi Saw. yang ketika Ibnu Abbas menginap di rumah bibinya Maimunah yang merupakan salah satu istri Nabi.

Seusai sholat isya di mesjid, Beliau pulang ke rumah Maimunah lalu sholat empat raka'at kemudian Beliau berbincang-bincang dengan istrinya. Oleh karen itu para ulama menilai mengobrol dengan istri dan anak termasuk kegiatan yang ada maslahatnya atau bermanfaat. Mengenai hal ini, an-Nawawi menyebutkan jenis-jenis kegiatan setelah isya yang diperbolehkan dalam islam, yang artinya:

"Para ulama mengatakan, obrolan yang makruh setelah isya adalah obrolan yang tidak ada maslahatnya. Adapun kegiatan yang ada maslahatnya dan ada kebaikannya, tidak makruh, seperti belajar ilmu agama, membaca cerita orang sholeh, ngobrol melayani tamu, atau pengantin baru untuk keakraban, atau suami ngobrol dengan istrinya dan anaknya, mewujudkan kasih sayang dan hajat keluarga". (Syarh Shahih Muslim, 5/146).

Dalam hal ini menunjukan bahwa dengan seringnya seorang suami mengobrol dengan istri dan anaknya akan membuat sebuah keluarga menjadi lebih baik dan juga termasuk ke dalam bentuk ibadah yang mendapatkan pahala. Mengobrol dengan istri adalah perbuatan yang baik kepada istri. Rasulullah Saw. bersabda yang artinya:

"Sebaik-baik kamu adalah yang paling baik kepada istrinya. Dan Aku adalah yang terbaik kepada istrikku". (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim).

Baca juga:

Sahabat baismi, mengobrol dengan istri adalah salah satu dari ibadah. Sebagai seorang suami diharuskan banyak mengobrol dengan istri dan keluarga di rumah karena hal tersebut selain mendapatkan pahala dari Allah Swt. juga akan menambah kemesraan antara suami dan istri.

Sahabat baismi, itulah penjelasan di atas mengenai mengobrol dengan istri mendapatkan pahala. Semoga dengan sering mengobrol dengan istri dan keluarga di rumah akan lebih terjalin silaturrahmi dalam keluarga kita masing-masing dan semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua. Amin.

Advertisement