Perintah Suami Yang Boleh Tidak Ditaati Istri

Perintah Suami Yang Boleh Tidak Ditaati Istri - Diantara ciri-ciri seorang istri yang sholehah pada hakikatnya wajib mematuhi segala perintah yang telah diajarkan di dalam agama islam termasuk mematuhi segala perintah sang suami, seperti kewajiban sholat, berpuasa di bulan ramadhan dan memakai jilbab.

Maka untuk hal ini, seorang istri tidak boleh meninggalkannya karena jika meninggalkan perintah Allah hukumnya adalah dosa. Sedangkan dalam perkara yang mubah jika suami memerintahkan seorang istri untuk melakukannya maka kita harus melaksanakannya sebagaimana untuk ketaatan kepada suami.
Perintah Suami Yang Boleh Tidak Ditaati Istri
Image: tasaceh.com
Baca juga:

Contohnya, suami menyuruh sang istri untuk rajin membersihkan rumah, berusaha mengatur keuangan dengan baik, selalu bangun tidur di awal waktu, membantu pekerjaan suami, dan hal-hal lain yang diperbolehkan dalam sayari'at islam.

Jika dalam hal yang disyari'atkan dan yang mengubah kita wajib mematuhi suami, maka lain halnya jika suami menyuruh kepada istri untuk melakukan kemaksiatan dan menerjang aturan-aturan Allah. Untuk yang satu ini kita tidak boleh mematuhinya meskipun Rasulullah Saw. pernah bersabda yang artinya:

"Kalau sekiranya aku (boleh) memerintahkan seseorang untuk sujud kepada orang lain maka akan aku perintahkan seorang wanita untuk sujud kepada suaminya". (Hadits Riwayat Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Sahabat baismi, yang penting untuk kita ketahui di dalam agama islam ada perintah-perintah suami yang boleh tidak ditaati oleh para istri. Diantara perintah-perintah tersebut adalah sebagai berikut:

1. Menyuruh kepada kesyirikan

Sesungguhnya tidak layak bagi seorang istri untuk mentaati suami yang memerintah untuk melakukan kesyirikan, seperti menyuruh istri pergi ke dukun, menyuruh mengalungkan jimat pada anaknya, dan meminta berkah di kuburan.

Seperti yang semua kita ketahui bahwa syirik adalah dosa yang paling besar dan syirik merupakan kezholiman yang paling besar. Di dalam sebuah ayat Allah Swt. berfirman yang artinya:

"Dan (ingatlah) ketika Lukman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: 'Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah) sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezholiman yang besar'". (Al-Qur'an Surat Luqman Ayat 13).

Tentu kita sebagai umat muslim harus berpikir lebih jernih bagaimana bisa seorang hamba mempersekutukan Allah sedangkan Allah lah yang telah menciptakan dan memberi berbagai nikmat kepadanya. Sungguh merupakan sebuah pengkhianatan yang sangat besar jika sampai seseorang yang mempercayai hal-hal yang telah dilarang tersebut.

2. Memerintahkan untuk membuka aurat didepan umum

Menutup aurat adalah kewajiban setiap muslimah. Ketika suami memerintahkan istri untuk melepas jilbabnya maka hal ini tidak boleh dipatuhi dengan alasan apapun. Misalnya sang suami yang menyuruh istri untuk melepaskan jilbabnya agar mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang lumayan besar. Hal ini tentu tidak boleh dipatuhi.

Memang bekerja diperbolehkan bagi muslimah tentu jika dibutuhkan dan dengan syarat lingkungan kerja yang aman dari ikhtilah atau memperbaul dengan laki-laki dan kemaksiatan. Tidak khawatir timbulnya fitnah serta tidak melalaikan dari kewajibannya sebagai istri yaitu melayani suami dan mendidik anak-anak. Sesungguhnya tetap berada dirumahnya adalah lebih utama bagi wanita. Di dalam sebuah ayat Allah Swt. berfirman yang artinya:

"Dan hendaklah kamu tetap dirumahmu, dan janganlah kamu berhias, dan bertingkah-laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu, dan dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlulbait, dan membersihkan (dosa) kamu sebersih-bersihnya". (Al-Qur'an Surat Al-Ahzab Ayat 33).

3. Menyuruh untuk memutuskan hubungan silaturahim dengan keluarga

Ketika suami menyuruh untuk memutuskan hubungan silaturahim dengan keluarga atau orang lain dengan tidak masuk akal atau tidak jelas. Karena hal ini jelas-jelas agama islam telah menyuruh umatnya untuk menyambung tali silaturahmi dan mengungkap bahayanya seorang pemutus tali silaturahmi maka bukan malah memutuskannya.

4. Menyuruh istri bekerja keras

Seorang suami yang menyuruh istri bekerja dirumah dengan keras sedangkan dirinya hanya bermalas-malasan saja tentu hal ini merupakan fungsi yang terbalik dan perintah tersebut boleh tidak ditaati para istri karena istri selayaknya dihargai sebagai ratu rumah tangga.

Pada dasarnya seorang istri bekerja bukan karena suruhan suami tapi karena memang ia berniat untuk membantu perekonomian keluarga. Jadi bukan hal yang pokok bagi seorang istri untuk mencukupi kebutuhan dalam berkeluarga.

Sahabat baismi, demikianlah penjelasan mengenai beberapa perintah suami yang boleh tidak ditaati oleh para istri. Sebagai seorang istri sholehah wajib hukumnya untuk kita mentaati segala perintah suami.

Baca juga:

Memang ketaatan istri kepada suami adalah surga, akan tetapi bukan dalam semua hal. Sesungguhnya Allah Swt. tidak menyukai seseorang yang melakukan perintah di luar agama islam dan tidak mendatangkan manfaat bagi hamba-Nya.

Semoga dengan tulisan yang telah disampaikan diatas tadi dapat menambah ilmu keimanan kita kepada Allah Swt. dan dapat menyadarkan kita semua akan perintah-perintah yang diperbolehkan dan yang tidak diperbolehkan di dalam islam. Amin.

Advertisement