Adab Makan Dalam Islam

Adab Makan Dalam Islam - Apakah kamu penggemar makan atau hobi makan? Ya, semua sah-sah saja. Namun bukan merupakan suatu hal yang aneh jika kita sering melihat orang makan sambil berdiri.

Makan dengan kanan kiri padahal tangan kanannya bisa digunakan atau makan tanpa berdo'a karena alasan lupa atau sudah terlalu kelaparan atau bahkan dengan gampang menyisakan atau membuang makanannya yang seolah tidak peduli jika masih banyak orang diluar sana yang sulit mendapatkan makanan.
Adab Makan Dalam Islam
Image: laziswahdah.com
Sahabat baismi, dalam kehidupan sehari-hari sering kali seseorang tidak menyadari adab makan dan minum yang sesuai dengan syari'at islam. Padahal islam secara jelas mengaturnya yang semua memiliki manfaat besar dan mulia bagi umat manusia.

Baca juga:

Di dalam islam adab berarti keharusan, kebaikan budi pekerti, dan kesopanan. Kesopanan tidak hanya berlaku di dalam pergaulan saja, dalam makan dan minum perlu adanya aturan dan kesopanan. Baginda Rasulullah Saw. telah mencontohkan adab makan dan minum yang baik. Diantaranya sebagai berikut:

1. Ketika makan awali dan akhiri dengan do'a

Lewat do'a akan membawa pesan baik, menjadi berkah, dan barokah bagi umat-Nya. Makanan dan minuman yang masuk dalam tubuh kita juga harus makanan atau minuman yang baik lagi halal karena makanan yang baik dapat mempengaruhi pikiran dan aktifitas kita setiap harinya. Sebagaimana Allah Swt. berfirman:

"Hai para rasul, makanlah yang baik-baik, dan kerjakanlah amal shaleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan". (Al-Qur'an Surat Al-Mu'minun Ayat 51).

2. Ketika makan jangan mencela makanan

Sahabat baismi, diantara adab makan lainnya adalah tidak mencela makanan yang tidak disukai. Rasulullah Saw. tidak mencela makanan apa pun yang disuguhkan untuk-Nya. Bila Beliau selera makan Beliau akan memakannya, namun bila tidak berselera Beliau akan meninggalkannya.

Dalam adab makan dianjurkan pula makan dengann tangan kanan dan menggunakan tiga jari tangan yaitu dengan ibu jari, jari telunjuk, dan jari tengah. Kenapa tangan kanan? Dari Ibnu Umar Radiyallahu 'Anhu bahwasanya Rasulullah Saw. bersabda:

"Jika salah seorang diantara kalian makan, maka hendaknya dia makan dengan tangan kanan, dan jika minum maka minumlah dengan tangan kanannya, maka sesungguhnya syaitan makan dengan tangan kiri dan minum dengan tangan kirinya pula." (Hadits Riwayat Muslim).

3. Ketika makan jangan terburu-buru

Dalam adab juga dijelaskan pula makanlah dengan duduk yang baik, menyedikitkan suapan, memperbanyak kunyahan, pelan-pelan agar tidak tersedat. Kemudian makan apa yang terdekat serta tidak memulai makan dengan mengambil dari bagian tangan kiri kemudian memakannya.

Namun jika makanan tersebut jatuh ditempat yang najis, maka berikanlah untuk binatang. Subahanallah, sungguh indah dan mulianya anjuran Allah Swt. karena semuanya itu jelas-jelas membawa kebajikan.

Memperbanyak mengunyah makanan dan tidak makan dengan tergesa-gesa juga jelas bermanfaat bagi kesehatan. Lambung akan mengolah makanan dengan sempurna. begitu juga mulut, gigi, dan semua organ pencernaan. Berikanlah waktu untuk organ pencernaan bekerja sesuai kapasitasnya.

Sahaba baismi, sering kali kita meniup makanan atau minuman yang masih panas agar cepat dingin. Namun ternyata hal tersebut tidak termasuk dalam adab makan dan minum dan justru dapat membahayakan tubuh.

Hendaknya makanan atau minuman yang panas didinginkan terlebih dahulu, jangan memaksa tubuh kita untuk menerima makanan yang terlalu panas atau terlalu dingin karena hal ini kurang baik bagi kesehatan tubuh.

Perbedaan temperatur bisa membuat organ kita mengalami masalah, misalnya radang tenggorokan, bibir pecah-pecah dan masalah lainnya. Jika makanan yang masuk ke dalam tubuh terlalu panas atau dingin, perut pun bisa mengalami masalah ketika kita memaksakan diri untuk menyantap makanan yang tidak sepantasnya.

4. Ketika makan jangan berlebih-lebihan

Allah Swt. mengajarkan umat-Nya untuk berperilaku yang wajar dan tidak berlebih-lebihan, termasuk berlebih-lebihan soal makanan. Makanan super pedas saat kondisi tubuh menurun juga rawan mengalami gangguan kesehatan atau sakit perut atau mungkin suka makan yang terlalu manis atau terlalu asin. Lagi-lagi mengajarkan hindarilah yang berlebih-lebihan.

5. Dahulukan makan ketika tiba waktu sholat

Sahabat baismi, dalam sebuah hadits dikisahkan jika kita hendak makan dan makanan pun sudah disajikan lalu tiba waktunya sholat maka dahulukanlah makan. Hal ini dikarenakan jika seseorang merasa sangat lapar dan makanan sudah disajikan, nantinya ia akan lebih kosentrasi pada makanan dan perutnya yang lapar.

Namun hendaknya hal ini tidak dijadikan rutinitas sehari-hari. Dari Annas Radiyallahu 'Anhu, Nabi Saw. bersabda yang artinya:

"Jika makan malam sudah disajikan dan iqamah sholat dikumandangkan, maka dahulukanlah makan malam". (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim).

Rasulullah Saw. juga menganjurkan kepada kita untuk makan ketika lapar dan berhenti sebelum kenyang. Tidak hanya itu, setiap orang juga harus dapat memperkirakan seberapa banyak makanan yang ia butuhkan agar tidak kekurangan dan tidak berlebihan.

Sahabat baismi, sebagai orang tua sebaiknya juga lebih mengawasi sang buah hati agar jangan sampai terjadi musibah karena kesalahan makanan. Sejak dini ajari anak-anak kita agar tidak lupa berdo'a sebelum menyantap makanan atau minuman.

Nilai-nilai islam termasuk adab makanan dan minuman harus menjadi pembelajaran penting dan contoh nyata dalam setiap keluarga muslim agar menjadi pondasi bagi merek kedepan.

Baca juga:

Islam mengatur adab makan dan minum, adab makan yang dicontohkan Nabi kita Muhammad Saw. merupakan adab makan yang bermanfaat bagi kesehatan. Maka hendanyak kita mengikuti adab makan seperti Beliau ajarkan.

Sahabat baismi, itulah penjelasan mengenai adab makan dan minum dalam islam. Semoga dengan tulisan ini kita bisa lebih memahami betapa pentingnya adab saat ketika ingin menyantap makanan dan semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua. Amin.

Advertisement