Adab Dalam Meminta Tolong

Adab Dalam Meminta Tolong - Sebagai makhluk sosial merupakan suatu hal yang lumrah jika kita membutuhkan pertolongan orang lain terlebih lagi pada Allah Swt. karena kita tidak mungkin dapat bertahan hidup seorang diri di dunia ini.

Dalam islam sendiri meminta pertolongan disebut dengan Istianah dan ternyata terbagi dalam beberapa macam diantaranya:
Adab Dalam Meminta Tolong
Image: kangaswad.wordpress.com
Baca juga:

1. Meminta tolong kepada Allah Swt.

Meminta tolong kepada Allah Swt. yaitu meminta tolong yang mengandung kesempurnaan sikap, merendahkan diri dari seorang hamba kepada Tuhannya, menyerahkan seluruh perkara kepada-Nya serta yakin bahwa hanya Allah lah yang bisa memberi kecukupan kepadanya.

Meminta tolong seperti ini tidak boleh diserahkan kecuali kepada Allah Swt. seperti dalam firman-Nya yang artinya:

"Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan". (Al-Qur'an Surat Al-Fatihah Ayat 4).

Memalingkan Istianah jenis ini kepada selain Allah merupakan perbuatan kesyirikan yang mengeluarkan pelakunya dari agama.

2. Meminta tolong kepada makhluk hidup yang lemah

Meminta tolong kepada makhluk yang masih hidup dan ada ditempat tetapi dalam perkara yang dia tidak mampu melakukannya maka hukumnya adalah perbuatan ini sia-sia dan tidak ada gunanya. Contohnya meminta tolong kepada orang yang lemah untuk mengangkat sesuatu yang berat.

3. Meminta tolong kepada orang mati

Secara mutlak yakni baik yang telah mati itu adalah Nabi atau wali, apa lagi selain mereka. Meminta tolong jenis ini adalah kesyiritan karena dia tidak mungkin melakukannya kecuali ia meyakini bahwa orang-orang ini mempunyai kemampuan tersembunyi dalam mengatur alam. Yang jelas meminta tolong seperti ini adalah haram dan juga merupakan kesyirikan. Allah Swt. berfirman yang artinya:

"Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari. Jika kamu menyeru mereka, mereka tiada mendengar seruanmu; dan kalau mereka mendengar, mereka tidak dapat memperkenankan permintaanmu". (Al-Qur'an Surat Fathir Ayat 13-14).

4. Meminta tolong dengan perantara amal shaleh

Istianah dengan perantara amal-amal shaleh dan keadaan-keadaan yang dicintai oleh Allah. Istianah jenis ini disyari'atkan berdasarkan perintah Allah dalam firman-Nya yang artinya:

"Minta tolonglah kalian dengan sabar dan sholat". (Al-Qur'an Surat Al-Baqarah Ayat 153).

5. Meminta tolong kepada orang lain dalam perkara yang mampu dilakukan

Hukum bagi Istianah jenis ini tergantung pada perkara yang dimintai pertolongan padanya. Jika perkara tersebut berupa kebaikan maka boleh dilakukan oleh orang yang meminta tolong dan yang dimintai tolong disyari'atkan untuk memenuhinya. Hal ini berdasarkan firman Allah yang artinya:

"Dan tolong menolonglah kalian dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa". (Al-Qur'an Surat Al-Maidah Ayat 2).

Namun jika permintaan tolonglah pada perbuatan dosa maka hukumnya haram bagi yang meminta tolong dan juga haram bagi yang memberikan pertolongan seperti dalam firman Allah Swt. yang artinya:

"Dan janganlah kalian tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran". (Al-Qur'a Surat Al-Maidah Ayat 2).

Adapun jika perkaranya adalah perkara mubah maka itu boleh dilakukan bagi yang meminta pertolongan dan bagi orang yang dimintai pertolongan bahkan orang yang menolong bisa jadi akan mendapatkan pahala karena telah berbuat kepada orang lain. Dan jika demikian keadaannya maka justru menolong ini menjadi disyari'atkan bagi dirinya. Berdasarkan firman Allah yang artinya:

"Dan berbuat baiklah, Karena Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik". (Al-Qur'an Surat Al-Bawarah Ayat 195).

Sahabat baismi, meminta tolong tidak hanya sekedar meminta karena dalam islam kita harus memperhatikan adab atau tatacara dalam meminta tolong.

Seorang muslim yang beriman memang disyari'atkan untuk saling tolong menolong dalam kebaikan dan mencegah dari kemungkaran. Namun tidak berarti setiap saat kita boleh terus-menerus meminta bantuan kepada orang lain karena disamping diperintahkan untuk saling tolong menolong kita juga diperintahkan untuk menjadi muslim yang kuat.

Ada dua syarat utama dalam islam ketika kita meminta tolong kepada manusia:

Syarat pertama adalah yang dimintai pertolongan harus memiliki kemampuan. Kemampuan disini adalah kemampuan untuk memenuhi permintaan tersebut karena sesungguhnya manusia adalah makhluk yang sangat lemah dan memiliki banyak kekurangan. Hanya Allah lah yang Maha Kuasa untuk mengabulkan segala permintaan hamba-Nya.

Syarat yang kedua dalam meminta tolong adalah hadir atau berstatus hadir. Maksudnya disini adalah orang tersebut ada dihadapan kita sehingga dapat melaksanakannya atau juga ketika orang yang kita mintai pertolongan terhalang jarak dengan kita, kita bisa memintanya melalui sarana komunikasi.

Disamping syarat utama tadi, ada beberapa hal yang perlu diingat dan diperhatikan ketika kita meminta bantuan kepada orang lain untuk menjaga hubungan baik kita dengan saudara muslim lainnya. Seperti waktu, perhatikan apakah kita akan menyita banyak waktunya atau tidak. Kalau iya, akan lebih baik kalau kita berusaha sendiri atau kalau perlu membalas dengan kebaikan yang lebih besar lagi, karena waktu merupakan harta yang tidak dapat dikembalikan kepada seseorang.

Baca juga:

Tidak hanya itu, kita juga harus memperhatikan intensitas dalam meminta bantuan karena meminta bantuan sesekali memang masih membuat orang yang dimintai bantuan tersenyum atau melakukannya dengan senang hati. Akan tetapi jika berlangsung terus-menerus setiap hari atau bahkan menjadi rutinitas sipemberi bantuan, ini yang mesti dihindari karena hal ini bisa menyebabkan sesuatu menjadi ladang kebaikan bagi yang memberikan bantuan malah menjadi sebuah kezaliman untuknya.

Sahabat baismi, itulah tulisan mengenai adab dalam meminta tolong sesuai dalam islam yang perlu kita ketahui. Jangan sampai kita meminta tolong kita tidak melihat keadaan orang yang kita mintai tolong dan jangan sampai menyulitkan orang yang kita mintai pertolongannya. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua. Amin.

Advertisement