Siapa Sajakah Manusia Ahli Surga?

Siapa Sajakah Manusia Ahli Surga? - Sebagai seorang muslim kita pasti menginginkan surga sebagai tempat terakhir yang dituju karena tujuan tertinggi bagi setiap muslim dalam menjalani setiap kehidupan di dunia adalah meraih kemenangan besar di akhirat kelak dengan mendapatkan surga Allah yang penuh dengan kenikmatan dan terselamatkan dari siksa neraka yang sangat pedih.

Manusia hidup di dunia hakikatnya untuk mencari bekal kehidupan yang kekal di akhirat terlebih jika tujuannya surga maka pasti orang yang beriman akan berlomba-lomba untuk mendapatkannya. Allah SWT. berfirman yang artinya:
Siapa Sajakah Manusia Ahli Surga?
Image: www.dream.co.id
Baca juga:

"Dan bersegeralah (berlomba-lombalah) kamu untuk (meraih) pengampunan dari Rabbmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa". (Al-Qur'an Surat Ali Imran Ayat 133).

Sahabat baismi, lalu manusia seperti apa yang kelak akan menjadi ahli surga atau penghuni surga? Berikut penjelasannya.

Manusia Ahli Surga

Dalam sebuah hadits shahih dijelaskan bahwa "Penghuni surga adalah tiga golongan ialah penguasa yang adil dan baik, orang yang penyayang dan lembut hatinya kepada setiap kerabat dan orang muslim, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari kejahatan serta berusaha menghindari kerjahatan lagi pula berkeluarga". (Hadits Riwayat Muslim, dari Iyad bin Himaar).

Maka dari hadits tersebut kita bisa menyimpulkan bahwa ada tiga sifat yang harus dimiliki setiap muslim untuk mencapai surga, tiga sifat tersebut adalah sebagai berikut.

1. Manusia yang adil dan baik

Sifat manusia yang akan menjadi ahli surga adalah yang berbuat adil terhadap dirinya, terhadap lingkungan hidupnya dan terhadap Allah SWT. Pengertian adil itu sendiri ialah memberikan sesuatu kepada yang berhak atau dengan kata lain tidak berbuat zalim.

Dan yang dimaksud adil terhadap dirinya sendiri adalah hak-hak terhadap diri sendiri seperti kebersihan, kesehatan, dan makanan rohani serta jasmani harus diberikan atau dipenuhi. Selanjutnya adil pada lingkungan hidupnya berarti memberikan hak kepada masyarakat sekelilingnya bahkan kepada selain manusia pun hak-haknya harus diberikan seperti menghormati, menghargai, menyayangi lingkungan tempat hidupnya.

Kemudian yang dimaksud memberikan kesempatan kepada Allah berarti manusia tersebut harus menyembah kepada Allah sebab manusia menyembah kepada Allah itu adalah hak Allah SWT. untuk hamba-Nya.

2. Manusia yang penyayang dan lembut hatinya

Manusia ahli surga juga memiliki sifat penyayang dan lembut kepada setiap kerabat terutama terhadap orang muslim. Allah SWT. telah mewajibkan sendiri zat-Nya untuk memberi rahmat dan kasih sayang kepada makhluk-Nya.

Ini berarti memberikan tuntunan agar kita sebagai hamba pun harus memiliki kasih sayang dan bersifat lemah lembut serta tidak berkeras hati karena kelembutan adalah suatu bentuk untuk menegakkan kedamaian.

Karena itulah kita sebagai hamba Allah diperintahkan untuk menjadi lemah lembut, namun bukan berarti lemah lembut yang tidak tegas melainkan lemah lembut yang tegas dan ditindak serta memiliki kesabaran dan ketabahan yang kuat.

3. Manusia yang menjauh dan menghindari dari perbuatan jahat

Manusia yang mempunyai watak dasar yang baik harus dapat menundukkan hawa nafsu yang merupakan musuh utamanya. Hawa nafsu tentu ada bermacam-macam halnya dan merupakan lawan terberat bagi manusia, maka sebagai manusia kita harus membentengi diri kita dengan agama yang kuat agar dapat menundukkan hawa nafsu pada diri kita sendiri.

Sahabat baismi, ketiga sifat itulah yang harus kita miliki agar masuk kedalam surga Allah SWT. karena jika seseorang yang tidak memiliki sifat tersebut maka tidak yakin baginya dapat masuk ke dalam surga.

Kesibukan Para Ahli Surga

Setelah masuk ke dalam surga, muncul pertanyaan di benak kita, bagaimanakah perilaku para ahli surga atau penghuni surga serta apakah mereka memiliki kesibukan di dalam surga? Dalam hal ini, penghuni surga ternyata juga memiliki kesibukan dan pekerjaan.

Jika penduduk dunia bekerja dan beraktivitas dengan penuh kepayahan maka penduduk surga justru bekerja untuk menghabiskan kenikmatan. Allah SWT. sekelas menggambarkan mengenai aktivitas para penghuni surga dalam firman-Nya yang artinya:

"Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka). Mereka dan istri-istri mereka berada dalam tempat yang teduh, bertelekan dipan-dipan. Di surga itu ia mereka memperoleh buah-buahan dan apa yang mereka minta. (Kepada mereka dikatakan) Salam, sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang". (Al-Qur'an Surat Yaasiin Ayat 55-58).

Baca juga:

Sahabat baismi, seperti itulah gambaran mengenai sifat-sifat yang dimiliki para penghuni surga serta kesibukannya untuk menghabiskan kenikmatan yang telah Allah berikan ketika berada di dalam surga.

Mari kita berlomba-lomba dalam kebaikan untuk menjadi salah seorang dari para ahli surga, dan semoga tulisan ini bermanfaat serta menambah ilmu kita untuk menjadikan kita sebagai ahli surga di akhirat kelak. Aamiin.

Advertisement