Inilah Kesalahan-Kesalahan Di Bulan Ramadhan

Inilah Kesalahan-Kesalahan Di Bulan Ramadhan - Bulan ramadhan adalah bulan untuk mengingatkan kaum muslimin untuk ibadah. Di dalam bulan tersebut banyak digelar bermacam ibadah, mulai dari puasa sebagai aktivitas utamanya, tilawah Al-Qur'an, sedekah, zikir, berdo'a, dan istiqfar.

Untuk mendapatkan kemenangan besar di bulan ramadhan, maka hendaklah setiap muslim membekali diri dengan pengetahuan tentang amal di bulan ini serta harus mempelajari tentang syarat rukun dan pembatal puasa, dan juga mempelajari hal-hal yang boleh dan hal-hal yang tidak boleh dilakukan selama bulan ramadhan.
Inilah Kesalahan-Kesalahan Di Bulan Ramadhan
image: baismi.com
Baca juga:

Sahabat baismi, realiata selalu saja berbeda dengan yang seharusnya banyak orang yang menjalani puasa tanpa pengetahuan yang memadai, akibatnya mereka melakukan berbagai kekeliruan di dalamnya. Dan inilah kesalahan-kesalahan di bulan ramadhan.

Menjadikan tanda imsak sebagai batasan waktu sahur

Sering terdengar saat ramadhan bunyi-bunyian yang dijadikan sebagai tanda imsak. Imsak sendiri berarti menahan yaitu menahan diri dari makan, minum, jimak, dan berbagai pembatal puasa lainnya. Seperti suara sirene, ayam berkokok, serta beduk yang terdengar sekitar seperempat jam sebelum azan. Tentunya hal ini merupakan kesalahan yang sangat besar dan bin'ah sesat lagi bertolak belakang dengan tuntunan dengan Al-Qur'an dan Sunnah. Allah SWT. bersabda yang artinya:

"Dan makan dan minumlah kalian hingga tampak bagi kalian, benang putih terhadap benang hitam yaitu fajar, kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai malam". (Al-Qur'an Surat  Al-Baqarah Ayat 187).

Menyambung sabda-Nya dalam hadist Abdullah bin Umar Radhiyallahu 'anhu dari riwayat Al-Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW. juga menyatakan yang artinya:

"Sesungguhnya bilal azan pada malam hari, maka makan dan minumlah kalian sampai mendengar seruan azan Ibnu Ummi Maktum". (Hadits Riwayat Al-Bukhari dan Muslim).

Dalam ayat dan hadits tersebut jelas menunjukkan bahwa akhir waktu sahur adalah azan kedua yaitu azan shalat subuh. Seharusnya inilah pegangan kaum muslimin yaitu menjadikan azan subuh sebagai batas waktu terakhir makan sahur dan meninggalkan penggunaan tanda imsak yang tidak pernah dikenal Rasulullah SAW. dan para sahabatnya.

Melafazhkan niat puasa saat makan sahur

Hal ini juga merupakan perkara yang salah karena waktu niat tidak dikhususkan pada saat makan sahur saja tetapi bermula dari terbenamnya matahari sampai terbitnya fajar.

Meninggalkan hal berkumur-kumur dan menghirup air ketika berwudhu

Hal ini juga merupakan kesalahan yang banyak terjadi pada kaum muslimin, mereka menganggap bahwa hal berkumur-kumur dan menghirup air merupakan pembatal puasa, padahal hal tersebut merupakan perkara yang di sunnahkan dalam berwudhu.

Menyambut bulan ramadhan dengan permainan dan bersenang-senang
Pada umumnya di masyarakat kita menyambut datangnya bulan ramadhan banyak sekali tradisi-tradisi yang terjadi, di antaranya mandi di tempat-tempat pemandian umum, membakar petasan, dan masih banyak lagi dan ini merupakan sebuah kekeliruan.

Mestinya menjelang bulan ramadhan umat islam melakukan banyak amal ibadah dengan memperbanyak zikir dan mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk menunaikan ibadah puasa di bulan ramadhan.

Menjalankan puasa tapi tidak mengerjakan shalat

Ada juga sebagian umat islam yang mau menjalankan puasa tetapi tidak mau mengerjakan shalat padahal meninggalkan shalat lima waktu dalam bulan puasa merupakan sebuah kekeliruan sebab islam adalah sikap tunduk dan patuh kepada Allah SWT. secara mutlak seperti dalam firman Allah SWT. yang artinya:

"Apakah kamu beriman kepada sebahagian al kitab (taurat) dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat, Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat". (Al-Qur'an Surat Al-Baqarah Ayat 85).

Sahabat baismi, perlu diketahui bahwa shalat merupakan tiang agama dan sesungguhnya orang yang meninggalkan shalat berarti ia sudah merobohkan agama, jika agama telah roboh maka puasanya menjadi sia-sia dan tidak ada pahalanya.

Rajin mengerjakan ibadah termasuk shalat hanya di bulan ramadhan saja

Mungkin banyak dari kita yang selama bulan ramadhan banyak yang melakukan aktivitas keagamaan seperti pengajian, aktif ke masjid, shalat berjama'ah, dan banyak bersedekah. Akan tetapi saat bulan ramadhan telah berakhir kehidupannya berubah 180 derajat, ia rajin beribadah tetapi hanya di bulan ramadhan saja. Mengenai hal ini, Allah SWT. berfirman yang artinya:

"Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal)". (Al-Qur'an Surat Al-Hijr Ayat 99).

Menyambung firman Allah SWT. baginda Rasul juga bersabda dari Sufyan bin Abdullah At Sakabi, ia berkata yang artinya:

Aku bertanya, "wahai Rasulullah, katakanlah kepadaku sesuatu  di dalam islam yang tidak akan saya tanyakan kepada seorangpun selain Engkau", Beliau bersabda, "katakanlah, aku beriman kepada Allah lalu istiqamahlah". (Hadits Riwayat Muslim).

Dari sabda Rasulullah tersebut dijelaskan bahwa sebagai umat muslim kita harus selalu beribadah kepada Allah SWT. bukan hanya di bulan ramadhan saja, melainkan di semua bulan yang ada.

Baca juga:

Sahabat baismi, itulah penjelasan mengenai kesalahan-kesalahan saat menjalankan ibadah puasa. Semoga dengan tulisan ini membuat kita sebagai umat muslim menjadi lebih tahu tentang hal-hal yang dapat mengurangi pahala puasa.

Share tulisan ini ke media sosial agar semua umat muslim lainnya dapat mengetahui tentang kesalahan-kesalahan yang sering terjadi di bulan ramadhan dan dapat segera memperbaikinya. Semoga tulisan ini juga dapat memberi manfaat dan menambah wawasan kita. Aamiin.

Advertisement