Inilah Sejarah Shalat Tarawih Yang Perlu Diketahui

Inilah Sejarah Shalat Tarawih Yang Perlu Diketahui - Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah. Meskipun dengan keadaan lapar di siang hari dan lelah di malam hari, namun hal tersebut tidak dapat menjadi alasan untuk kita bermalas-malasan.

Justru di bulan ini kita sebagai umat muslim harus lebih bersemangat dalam meningkatkan ibadah karena Rasulullah SAW. menganjurkan agar kita menghidupkan malamnya. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu ia berkata bahwa Rasulullah SAW. bersabda:
Inilah Sejarah Shalat Tarawih Yang Perlu Diketahui
image: kampoengsantri.wordpress.com
Baca juga:

"Siapa yang mendirikan shalat di malam Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala, maka ia diampuni dosa-dosanya yang telah lampau". (Hadits Riwayat Bukhari no. 37 dan Muslim no. 759).

Sahabat baismi, shalat di malam ramadhan yang disebutkan dalam hadits tersebut tak lain adalah shalat Qiyamu Ramadhan atau yang kita kenal dengan sebutan shalat Tarawih. Namun tahukah kamu bagaimana sebenarnya sejarah shalat Tarawih? Berikut penjelasannya.

Shalat Tarawih termasuk ibadah yang berpahala besar

Shalat Tarawih adalah ibadah yang berpahala besar yang senantiasa dirutinkan oleh para sahabat dan generasi setelahnya. Awalnya shalat Tarawih ini mulai dikerjakan Rasulullah SAW. pada tanggal 23 Ramadhan tahun kedua Hijriah di masjid bersama beberapa orang.

Kemudian di malam kedua Beliau kembali shalat dan orang-orang yang ikut shalat lebih banyak dari malam pertama. Ketika di malam ketiga atau keempat masjid menjadi penuh sampai-sampai Rasulullah masuk ke dalam rumahNya dan tidak keluar.

Di pagi harinya Umar bin Khatab berkata kepada Rasulullah SAW. bahwa tadi malam orang-orang menunggu Beliau. Kemudian Beliau bersabda: "Perbuatan mereka tidak tersembunyi bagiKu, akan tetapi Aku khawatir diwajibkan atas mereka".

Dijelaskan bahwa pada malam yang ketiga dan keempat Nabi tidak datang ke masjid dengan alasan bahwa Beliau takut shalat Tarawih itu akan diwajibkan Allah, ini dikarenakan pengikutnya sangat antusias dan bertambah banyak sehingga Beliau berpikir ada kemungkinan Allah sewaktu-waktu akan menurunkan Wahyu mewajibkan shalat Tarawih kepada umat-Nya karena umat muslim sangat suka mengerjakannya. Dan jika hal ini terjadi tentulah akan menjadi berat bagi umat-Nya.

Tarawih berjama'ah di mulai pada masa Umar bin Khatab

Pada masa khalifahan Umar, barulah Umar bin Khatab berinisiatif untuk kembali melaksanakan shalat Tarawih secara berjamaah dengan satu imam di masjid. Lalu lebih baik mana sholat Tarawih yang dikerjakan sendiri ataukah yang dikerjakan berjama'ah?

Shalat Tarawih berjama'ah atau sendiri-sendiri?

An Nawawi menyebutkan bahwa ulama berbeda pendapat mengenai mana cara pengerjaan Tarawih dengan baik dikerjakan sendiri di rumah ataukah berjama'ah di masjid. Imam Syafi'i beserta mayoritas ulama Syafi'iah, Imam Abu Hanifah, Imam Ahmad, dan sebagian ulama Malikiah berpendapat bahwa lebih baik shalat Tarawih dikerjakan secara berjama'ah.

Sebagaimana yang dilakukan Umar bin Khatab dan para sahabat Radhiyallahu 'anhu hingga kaum muslimin pun terus menerus melakukan shalat Tarawih secara berjama'ah karena merupakan syiar islam yang nampak hingga serupa dengan shalat Aid. Hal ini dilandasi hadits dari sahabat Abu Dzar Radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah SAW. bersabda:

"Siapa yang shalat bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya pahala qiyam satu malam penuh". (Hadits Riwayat Nasa'i 1605, Turmudzi 806, dan dishahihkan al-Albani).

Sementara Imam Malik, Abu Yusuf, sebagian ulama Syafi'iah dan yang lainnya berpendapat bahwa shalat Tarawih lebih baik dikerjakan sendiri-sendiri di rumah berdasarkan sabda Rasulullah SAW.:

"Shalat yang paling afdhal adalah shalat yang dikerjakan seseorang di rumahnya. Kecuali shalat wajib". (Syarh Shahih Muslim, 6/39).

Sahabat baismi, demikianlah sedikit penjelasan mengenai sejarah shalat Tarawih terlepas dari perbedaan pendapat mengenai afdhalnya pengerjaan shalat Tarawih ini.

Baca juga:

Dan yang perlu kita ingat bahwa shalat Tarawih adalah salah satu shalat sunnah dan bedanya shalat ini hanya dikerjakan di bulan ramadhan saja dan diketahui pula bahwa shalat Tarawih ini tidak wajib dilakukan berjama'ah dengan kata lain boleh dikerjakan sendiri-sendiri, namun lebih utama lagi jika dikerjakan secara berjama'ah.

Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi kita dan membawa kita kembali serta selalu pada jalan Allah SWT. yang lurus serta dapat membuat kita semakin bersemangat dalam beribadah di bulan yang penuh berkah ini dan tetap semangat menyebarkan kebaikan. Aamiin.

Advertisement