Cara Mencegah Keinginan Bunuh Diri

Cara Mencegah Keinginan Bunuh Diri - Tindakan mengakhiri hidup menjadi penyebab kematian terbesar kedua dikalangan usia lima belas tahun hingga dua puluh sembilan tahun. Masalah yang dihadapi pun tidak jauh-jauh, mulai dari urusan cinta, keluarga, dan juga ekonomi.

Biasanya orang yang melakukan tindakan tersebut menganggap bunuh diri menjadi jalan terbaik untuk melepaskan semua beban hidup yang selama ini ini menimpanya. Namun tindakan bunuh diri bukan tidak bisa dicegah, karena upaya pencegahan masih mungkin dilakukan terhadap seseorang yang telah berniat melakukan tindakan terlarang ini.
Cara Mencegah Keinginan Bunuh Diri
Image: ngasih.com
Baca juga:

Sahabar baismi, berikut beberapa pencegahan bunuh diri yang dapat dilakukan.

1. Upaya Pencegahan Dari Indivudu

Dalam kondisi ini, bila seseorang menemukan orang yang dibenci diri resiko tinggi bunuh diri maka hal yang dapat dilakukan adalah coba menjalin kontak dan mengenali pelaku tindakan bunuh diri beserta latar belakangnya.

Kemudian dengarkan dengan penuh perhatian, dan biarkan pelaku tindakan bunuh diri berbicara dengan mengenai perasaanya, setelah itu barulah kita mencoba untuk mengenali masalah dan memahami perasaannya, seperti hargai pemikirannya dan jangan menyalahkan keputusan mereka untuk bunuh diri.

Setelah itu beri mereka harapan dan optimisme, bantu mereka mengurangi beban pikirannya seperti melibatkan mereka dalam kegiatan sosial dan rekreasi, seperti bertemu orang, berbicara kepada teman mendengarkan radio, menonton televisi, menghadiri pertemuan sosial dan lain-lain.

selain itu juga, kita dapat mengajaknya kepada Konselor atau tenaga kesehatan jiwa seperti Psikiater atau Psikolog. Kemudian bila situasi krisis sudah berlalu, penting untuk kita tetap memberikan dukungan agar mereka mampu mengatasi tantangan hidup dengan cara yang positif.

2. Upaya Pencegahan Dari Keluarga

Dalam hal ini keluarga perlu memberikan dukungan dan upaya untuk mencegah bunuh diri, dan hal yang dapat dilakukan anggota keluarga antara lain mengidentifikasi tanda-tanda dari stres dan kecenderungan bunuh diri.

Sebagai pemimpin keluarga sesungguhnya orang tua harusnya mampu membina hubungan yang erat dengan pelaku. Memberikan perhatian yang penuh, mendengarkan, menghargai perasaan serta memahami emosinya. Tunjukkan bahwa keluarga ingin menolongnya, karena sesungguhnya lebih baik membangun potensi kekuatan pelaku dari pada terpaku pada kelemahannya.

Dalam kondisi ini jangan tinggalkan seorang diri anggota keluarga yang mempunyai keinginan bunuh diri. Kemudian secara bertahap bangkitkan kembali keinginan untuk hidup, setelah itu ajari dan pratekkan metode penyelesaian masalah dan timbulkan rasa optimis dengan mempertebal ilmu agama.

3. Bunuh Diri dalam Pandangan Islam

Sahabat baismi, sesungguhnya hidup dan mati ada ditangan Allah Swt. dan merupakan karunia dan wewenang Allah Swt. Maka islam melarang orang melakukan pembunuhan sebagaimana dalam sebuah ayat Allah Swt. berfirman yang artinya:

"Dan janganlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah adalah Maha Penyanyang kepadamu". (Al-Qur'an Surat An-Nisa Ayat 29).

"Siapa yang bunuh diri dengan senjata tajam maka senjata itu akan ditusuk-tusukkannya sendiri dengan tangannya ke perutnya di neraka untuk selama-lamanya; dan siapa yang bunuh diri dengan racun, maka dia akan meminumnya pula sedikit demi sedikit nanti di neraka, untuk selama-lamanya; dan siapa yang bunuh diri dengan menjatuhkan diri dari gunung, maka dia akan menjatuhkan dirinya pula nanti (berulang-ulang) ke neraka, untuk selama-lamanya". (Hadits Riwayat Muslim).

Maka dari itu, sebagai umat muslim yang memiliki pedoman hidup yaitu Al-Qur'an dan Hadits, kita haruslah bisa mengendalikan diri kita agar tidak melakukan hal yang dilarang tersebut.

Apabila depresi dalam menghadapi masalah dunia ini melanda, maka yakinkan diri kita bahwa Allah Swt. selalu bersama kita. Namun apabila keinginan untuk mengakhiri hidup tersebut pun tidak terbendung, maka berdo'alah seperti yang telah diajarkan dalam sebuah hadits. Berikut Rasulullah Saw. bersabda yang artinya:

"Ya Allah, hidupkanlah aku selama kehidupan itu lebih baik bagiku, dan wafatkanlah aku jika sekiranya itu lebih baik bagiku". (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim).

Baca juga:

Karena sesungguhnya Allah Swt. tidak akan membiarkan hamba-Nya berada dalam kesulitan, kita harus yakin bahwa segala masalah yang kita hadapi merupakan ujian dari Allah dan Allah tidak akan memberikan ujian di luar batas kemampuan setiap hamba-Nya.

Sahabat baismi, itulah penjelasan cara mencegah keinginan bunuh diri. Semoga Allah menghidupkan kita dan mematikan kita dalam keadaan Khusnul Khotimah dan semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua. Amin.

Advertisement