Pandangan Islam Terhadap Memperolok Orang

Pandangan Islam Terhadap Memperolok Orang - Tidak ada satu pun manusia yang dengan senang hati menjadi sasaran ejekan, cemoohan, atau bahkan hinaan dari orang lain. Namun faktanya aksi tidak terpuji tersebut masih saja tergulir di tengah-tengah masyarakat. Padahal perbuatan ini memiliki beragam dampak buruk yang dapat menghancurkan kepribadian seseorang, baik itu bagi seseorang yang seringkali di ejek atau bahkan si pengejek.

Sahabat baismi, mengejek atau menghina seseorang adalah perbuatan yang dilarang dalam islam, meski terlihat sederhana dan sering tidak sadar dilakukan oleh seseorang namun perbuatan ini seperti sebuah penyakit yang dapat menimbulkan efek kecanduan.
Pandangan Islam Terhadap Memperolok Orang
image: islamidia.com
Baca juga:

Mengejek atau menghina adalah perbuatan yang menuturkan sesuatu yang buruk terhadap orang lain. Perbuatan ini tidak hanya dilakukan lewat lisan tetapi juga dapat dilakukan lewat perbuatan, baik itu mimik wajah atau pun ekspresi gerak tubuh.

Namun perbuatan mengejek atau menghina yang paling sering dilakukan seseorang adalah melalui lisannya. Padahal lidah atau lisan kita adalah salah satu anugerah yang Allah SWT. berikan kepada umat manusia, dengan lisan Allah memberikan kita jalan untuk saling mengenal satu sama lain. Namun ironisnya anugerah inilah yang justru seringkali mampu menjerumuskan seseorang ke dalam api neraka. Rasulullah SAW, bersabda:

"Kasihan wahai engkau Mu'adz, tidaklah manusia terjerembab wajah mereka atau hidung mereka ke dalam neraka, melainkan karena apa yang dihasilkan oleh lisan mereka". (Hadits Riwayat Tirmidzi).

Sahabat basimi, tidak ada sumber yang menyebutkan sejak kapan praktik menghina dan mencemooh orang lain ditemukan dalam kehidupan masyarakat. Namun menurut Eva Jauni seorang Psikoterapis yang bertugas untuk pusat Simetri dan Neurologi Amerika Serikat seseorang melakukan tindakan mengejek orang lain sebagai bentuk pelepasan amarah.

Tahukah kamu? Secara kejiwaan seseorang yang gemar mengejek atau berkata buruk tentang orang lain sesungguhnya seringkali justru memiliki kekurangan dan ketidakpuasan dalam dirinya. Secara medis seseorang yang gemar menjelekkan orang lain dan memperoleh kepuasan dari perbuatan tersebut adalah seseorang yang tidak sehat.

Bahkan terkadang mengejek atau menghina orang lain menjadi salah satu jalan bagi seseorang untuk menutupi kekurangan dirinya. Tak jarang perbuatan ini juga dilakukan secara sadar agar seseorang memperoleh kepuasan karena telah berhasil merendahkan dan mempermalukan orang lain yang jauh lebih baik dari dirinya. Allah SWT. berfirman yang artinya:

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan sekumpulan orang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri. Dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman. Dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim". (Al-Qur'an Surat Al Hujuraat Ayat 11-12).

Lalu, dampak apa saja yang ditimbulkan bagi seseorang dari perbuatan mengejek dan menghina ini? Berikut penjelasannya.

1. Berkurang amal baik dan pahala

Seseorang yang senang mengejek orang lain akan berkurangnya amal baik dan pahala. Rasulullah SAW. bersabda:

"Barangsiapa banyak bicara, maka banyak pula salahnya. Dan barangsiapa banyak salah, maka banyak pula dosanya. Dan barangsiapa banyak dosanya, maka api neraka lebih utama baginya". (Hadits Riwayat At Thabrani).

2. Dapat membuat benci dan putus tali silaturrahim

Perbuatan mengejek atau menghina orang lain dapat menimbulkan rasa benci dan memutuskan tali silaturrahim. Padahal seringkali rasa benci dan dendam timbul karena hal-hal yang dianggap sepele namun sesungguhnya memiliki dampak yang sangat besar.

Sahabat baismi, tahukah kamu bahwa seorang muslim akan direndahkan derajatnya jika ia mengejek atau menghina muslim lainnya. Rasulullah SAW. bersabda:

"Janganlah kamu saling dengki dan iri dan jangan pula mengungkit keburukan orang lain. Jangan saling benci dan jangan saling bermusuhan, serta jangan saling menawar lebih tinggi atas penawaran yang lain. Jadilah hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya dengan tidak menzaliminya, tidak menbohonginya, dan tidak merendahkannya. Letak takwa ada disini (Rasulullah menunjuk ke dada Beliau sampai diulang tiga kali). Seorang patut dinilai buruk bila merendahkan saudaranya yang muslim. Seorang muslim haram menumpahkan darah, merampas harta, dan menodai kehormatan muslim lainnya". (Hadits Riwayat Muslim).

Sahabat baismi, setiap manusia pasti memiliki kekurangannya masing-masing karena kesempurnaan sesungguhnya hanya milik Allah semata, maka janganlah kita bergembira di atas kekurangan orang lain apa lagi sampai mengejek dan merendahkannya karena perbuatan yang terlihat sepele tersebut dapat menjadi ladang dosa bagi kita dan menjadikan kita masuk dalam golongan orang-orang yang tidak taat kepada Allah SWT. Allah SWT. berfirman yang artinya:

Baca juga:

"Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, tanpa ada kesalahan yang mereka perbuat, maka sungguh, mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata". (Al-Qur'an Surat Al Ahzab Ayat 58).

Sahabat baismi, itulah penjelasan memperolok atau menghina orang dalam pandangan islam. Jangan lupa share tulisan ini ke media sosial agar umat muslim lainnya tahu bahwa memperolok atau menghina orang lain adalah dosa dan api neraka yang akan menanti. Semoga tulisan ini bermanfaat dan menambah wawasan kita serta tetap semangat menyebar kebaikan. Aamiin.

Advertisement