Syahidkah Meninggal Karena Melahirkan?

Syahidkah Meninggal Karena Melahirkan? - Muncul pertanyaan di benak kita jika seorang wanita melahirkan kemudian ia meninggal, apakah wanita tersebut mati syahid? Pertanyaan itu muncul karena seperti kita ketahui begitu besarnya perjuangan menjadi seorang ibu. Dimulai ketika proses terjadinya kehamilan hingga sampai pada tahap melahirkan melalui mekanisme yang cukup rumit.

Ketika usia kehamilan mencapai tiga bulan calon ibu akan merasa tidak nyaman seperti munculnya keram di perut, payudara terasa lebih kencang, mual dan perut kembung dan tubuh wanita yang akan menjadi ibu pun menjadi rentan akan bahaya.
Syahidkah Meninggal Karena Melahirkan?
Image: rumaysho.com
Baca juga:

Kecintaan seorang ibu kepada anaknya telah dicurahkannya sejak saat dini, ia selalu mendahulukan keselamatan bayinya daripada dirinya sendiri hingga ia tidak memperdulikan berat badan tubuhnya yang bertambah dua kali lipat dari biasanya akibat kehadiran anak di rahimnya.

Saat melahirkan pun menjadi waktu yang dinantikan oleh seorang ibu, saat dimana seorang ibu dapat melihat buah hatinya setelah selama kurang lebih sembilan bulan mengandung, namun saat-saat ini merupakan saat-saat yang paling beresiko tinggi dalam hidupnya karena melahirkan rentan sekali dengan kematian.

Mati Syahid tidak hanya dengan Berperang di Jalan Allah

Selama ini, jika seseorang mendengar kata mati syahid sebagian orang mengapresiasikannya dengan jihad atau mati berperang di jalan Allah. Terlebih di era sekarang sebagian oknum malah menyimpangkan makna jihad dan mati syahid dengan terorisme, pembunuhan, kekerasan yang mengatasnamakan islam.

Namun, tahukah kamu jika dalam islam sebenarnya syahid tidak hanya terbatas mati karena berperang membela islam. Rasulullah SAW. bahkan menegaskan jika syahid terbatas hanya pada perperangan maka akan sangat sedikit sekali umat islam yang mendapatkan pahala mati syahid.

Meninggal karena Melahirkan termasuk Mati Syahid

Ubadah bin Syamid Radhiyallahu 'anhu mengatakan bahwa Rasulullah SAW. pernah menjenguknya ketika Ubadah sedang sakit. Di sela-sela itu Rasulullah SAW. bertanya: "Tahukah kalian siapa orang yang mati syahid dikalangan umat?", Ubadah menjawab: "Ya Rasulullah, merekalah orang yang sabar yang selalu mengharap pahala dari musibahnya", Rasulullah SAW. menjawab: "Berarti orang yang mati syahid dikalangan umatKu cuma sedikit". Kemudian Rasulullah bersabda:

"Orang yang mati berjihad di jalan Allah, syahid. Orang yang mati karena Tha'un, syahid. Orang yang mati tenggelam, syahid. Orang yang mati karena sakit perut, syahid. Dan wanita yang mati karena nifas, syahid, dia akan ditarik oleh anaknya menuju syurga dengan tali pusarnya". (Hadits Riwayat Ahmad dalam musnadnya. Syaikh Syuaib Al-Amauth menilai hadits ini: Shahih li Ghairih).

Sahabat baismi, dari hadits tersebut dijelaskan bahwa seorang wanita yang meninggal karena anaknya, baik ketika anak masih di perutnya atau pun ketika proses melahirkan, baik normal atau pun dengan operasi, atau pun setelah melahirkan di masa nifas, semua kejadian ini menjadikan kematiannya sebagai syahid.

Keutamaan Mati Syahid di Jalan Allah

Sahabat baismi, setiap muslim pasti memiliki keinginan mati syahid karena mati syahid memiliki keutamaan yang luar biasa. Dalam hadits Ibnu Majah dijelaskan bahwa:

"Orang yang mati syahid mendapatkan enam hal di sisi Allah: Diampuni dosa-dosanya sejak pertama kali darahnya mengalir, diperlihatkan kedudukannya di surga, diselamatkan dari siksa kubur, dibebaskan dari katakutan yang besar, dihiasi dengan perhiasan iman, dikawinkan dengan bidadari dan dapat memberikan syafaat kepada tujuh puluh orang kerabatnya". (Hadits Riwayat Ibnu Majah).

Dan dalam hadits lain dijelaskan bahwa:

"Seorang yang mati syahid tak merasakan kesakitan, melainkan layaknya salah seorang dari kalian dicubit". (Hadits Riwayat Ibnu Majah).

Baca juga:

Sahabat baismi, betapa luar biasanya perjuangan seorang ibu dalam mengandung dan melahirkan kita, seorang ibu rela mengorbankan nyawanya demi buah hatinya sehingga islam memposisikan wanita mengandung dan melahirkan kemudian ia meninggal maka ia mati syahid.

Itulah penjelasan tentang syahidkah meninggal karena melahirkan, semoga tulisan ini dapat memberi manfaat bagi kita semua dan dapat menambah wawasan kita. Aamiin.

Advertisement